;

Friday, November 2, 2012

Contoh Otobiografi

Friday, November 2, 2012



Otobiografi ini sebenarnya bukan tulisan saya, melainkan otobiografi milik teman sekelas saya di kampus waktu semester pertama. Maunya sih posting tulisan sendiri, tapi otobiografi yang kubuat dulu kena hapus dan hilang entah kemana. :D Kawan, Ini adalah tulisan teman SMA sekaligus teman sekampusku. Kurang lebih aku sudah mengenalnya 5 tahun. Cukup lama bukan. Otobiografi ini adalah tugas dari mata kuliah IAD semester pertama. Oh iya, namanya dipalsukan agar tidak mengganggu privasinya. Oke, selamat membaca.

Otobiografi Candy Predivana

A. Identitas Diri

Candy Predivana, itulah nama yang telah diberikan oleh orang tua saya. Saya dilahirkan di Sampang, 19 Agustus 1992 yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ketika dilahirkan, berat badan saya adalah 3 kg dengan tinggi 50 cm.

Ayah saya seorang guru dan ibu saya sebagai ibu rumah tangga. Saya tumbuh sebagai balita yang aktif hingga berkembang menjadi anak yang ceria dan cerewet. Hobi saya adalah menyanyi. Orang tua saya mengatakan bahwa sejak kecil saya selalu mengikuti dan mengulang setiap lagu yang pernah didengar,  baik dalam bentuk apapun lagu itu.

B. Latar Belakang Keluarga

Saya berasal dari keluarga besar sederhana yang sangat kental dengan kebersamaan. Sejak kecil saya tinggal bersama dengan keluarga besar saya., terutama keluarga dari ayah karena keluarga saya merupakan keluarga patrilokal. Kami tinggal di Jalan Langgar No. 30 Dusun Labuhan Barat RT. 02 RW. 02 Desa Labuhan Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang, Madura.

Dalam keluarga saya, sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Pekerjaan kakek saya adalah nelayan. Begitu juga paman saya, yang merupakan kakak dari ayah. Kedisplinan keluarga sangat dijaga, mulai dari bangun tidur, ibadah, bekerja, hingga makan bersama telah diterapkan di dalam keluarga besar saya. Setiap anak juga dilatih untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah, seperti memasak, menyapu, mengepel, dll.

C. Kehidupan Sosial-Budaya  Masyarakat

Seperti yang telah diketahui bahwa tempat tinggal saya adalah di tepi pantai, maka secara otomatis saya tinggal di lingkungan nelayan, walaupun masih ada beberapa yang bekerja sebagai petani. Setiap hari, pemandangan pulang-pergi dari dan menuju laut telah menjadi rutinitas masyarakat di Sreseh. Berbagai jenis ikan yang didapat setiap harinya. Mulai dari tengah malam hingga pagi hari nelayan mencari ikan di laut, terkadang masih ada juga yang belum mendapatkan ikan banyak.

Masyarakat di sekitar tempat tinggal saya dikenal dengan sebutan Masyarakat Kreatif Tradisional karena mereka terbiasa mengolah hasil tangkapan nelayan untuk dibuat krupuk ikan, ikan kering, bakso ikan, dll. Hal itu berawal dari melimpahnya hasil laut yang didapat. Mereka tidak mungkin memasak semua tangkapannya sebagai lauk di rumah, sehingga muncul inisiatif tersebut.Masyarakat Sreseh juga sangat menjunjung tinggi persaudaraan dan kebersamaan, gotong-royong dan saling membantu sesama, terutama tetangga terdekat.

Kebudayaan masyarakat kami juga sangat terjaga rapi. Mereka tidak pernah mennggalkan adat istiadat masyarakat yang telah tertanam dari zaman nenek moyang terdahulu. Adat istiadat yang telah menjadi rutinitas disana di antaranya adalah Rokat Tase’. Itu merupakan tradisi tahunan masyarakat sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap hasil bumi yang telah dinikmati oleh masyarakat Sreseh.

D. Pertumbuhan dan Perkembanga Diri

Sejak usia 3 tahun, saya telah dididik belajar membaca dan menulis, termasuk membaca Al-Quran sehingga pada usia 5 tahun saya sudah bisa membaca Koran, majalah, termasuk Al-Quran dan bahan bacaan lainnya, walaupun tidak begitu lancar. Sejak itu saya senang membaca bacaan apapun yang ada di hadapan saya, tentunya dengan pengawasan Ayah dan Ibu.

Tahun pertama masuk sekolah di SDN Labuhan I, Sreseh, Sampang saat usia saya 7 tahun. Saya sedikit malu, tetapi itu hanya berjalan beberapa saat. Dengan cepat saya dapat beradaptasi dengan lingkungan kelas dan teman-teman. Saya menjadi  anak yang aktif dan berani mengekspresikan diri dan kebetulan saya terpilih sebagai ketua kelas di bangku kelas satu.

Pelajaran di sekolah menjadi makanan favorit saya setiap hari. Dengan semangat dan senang hati, setiap pagi saya berangkat sekolah bersama teman-teman. Di sekolah, belajar dan mengerjakan tugas-tugas dari guru, hingga teori-teori baru yang didapat membuat saya terpicu menggali kekuatan ilmu yang biberikan. Mata pelajaran favorit saya saat di SD adalah Matematika.

Selama di Sekolah Dasar, saya berhasil meraih berbagai prestasi, di antaranya juara I Gerak Jalan dan juara II puisi sekaligus juara I menyanyi tingkat Kecamatan Sreseh, Juara III Matematika dan Mapel selama dua tahun berturut-turut tingkat Kabupaten Sampang. Hal yang menjadi kebanggan bagi saya dan orang tua saya adalah prestasi saya selama di sekolah yang telah menjadi bintang kelas selama 6 tahun berturut-turut, walaupun itu tidak sempurna karena pernah satu kali tergeser di rangking dua pada catur wulan kedua di kelas satu.

Kehidupan keluarga yang terbiasa tertata  telah mendidik saya menjadi disiplin. Memang orang tua saya tidak memberi batasan kepada saya dalam bermain, namun sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap selesai shalat ashar tidak ada anak kecil yang masih bermain. Sepulang dari sekolah saya langsungmakan siang bersama ayah dan ibu. Setelah itu saya bermain bersama tetangga, teman-teman sebaya. Pukul 2 siang saya kembali bersiap untuk sekolah Madrasah Diniyah. Pukul 4 sore, sepulang dari Madrasah saya langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat mengaji bersam teman-teman.

Usia 12 tahun saya melanjutkan sekolah di SMP Negeri I Sreseh. Kegiatan sekolah berjalan seperti biasanya dan hanya ada sedikit perbedaan dengan keadaan di SD, termasuk mata pelajaran yang didapat. Saya kembali meraih berbagai prestasi disana. Berbagai lomba dan olimpiade saya ikuti dan berhasil saya menangkan, di antaranya Speech contest, Story Telling, OSN, IJSO,dll. Berbagai organisasi juga saya ikuti selama di SMP, seperti OSIS, pramuka, PMR, dan Qosidah Al-Qolbi.

Pada usia 14 tahun saya melanjutkan sekolah di SMA Negeri I Sampang. Sejak itu untuk pertama kalinya saya tidak tinggal dengan orang tua dan keluarga besar saya. Saya kos di perumahan yang tidak jauh dari sekolah. Begitu berat rasanya beberapa hari pertama yang harus saya jalani. Setiap pagi dan sebelum tidur malam saya menangis karena tidak betah. Namun, itu tidak berlansung lama. Seminggu selanjutnya saya mulai berbaur dengan teman-teman kos dan di sekolah.

Tuntutan sebagai pelajar SMA semakin berat dibandingkan masa SD dan SMP dulu. Saya tetap berusaha keras dan penuh semangat disertai dorongan dari jauh oleh orang tua dan keluarga besar saya. Saya teteap eksis mengikuti lomba-lomba dan olimpiade, seperti OSN, Speech Contest, OLimpiade Farmasi, Medspin, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Story Telling, Debate Competition, dll. Sehingga saya berhasil menyelesaikan pendidikan di SMA dengan hasil yang cukup memuaskan diri saya.

Sekarang saya telah menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan. Sebagai mahasiswa baru, saya berusaha beradaptasi dengan lingkungan kampus dan tempat tinggal baru saya, yaitu Asrama Putri Khadijah yang letaknya tidak jauh dengan kampus, tepatnya di sebelah barat Perumnas Tlanakan, Pamekasan.

E. Cita-Cita dan Harapan Hidup ke Depan

Ibu saya selalu memberi nasihat dan di antaranya ketika saya menyampaikan ucapan selamat Hari Ibu kepadanya, beliau berkata, ”Anakku yang manis, ibu dan bapak berharap kamu menjadi anak yang solehah, berbakti kepada orang tua, agama dan berguna bagi orang-orang di sekitarmu. Semoga ilmu yang kamu peroleh bermanfaat dan semoga Allah memberkahi dan meridhoi setiap langkahmu. Amin”.

Setiap manusia memiliki mimpi, harapan dan cita-cita, baik itu tercapai atau tidak. Hal itu pastinya saya alami saat ini. Dengan segala perjuangan keras dan doa serta dukungan dari orang tua dan keluarga besar, saya ingin menjadi kebanggaan bagi mereka semua yang menyayangi saya. Cita-cita saya adalah ingin menjadi dosen. Bagi saya, mengajar merupakan profesi yang sangat berharga. Sangat sulit menjadi seorang pengajar tanpa disertai kemampuan yang memadai, mental yang kuat, dan pengalaman yang cukup.

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada guru-guru saya yang telah memberikan ilmunya dan membimbing saya hingga menjadi seperti sekarang ini. Semua yang kalian berikan akan mendapat balasan yang tak terhingga dari Tuhan. Amin.



Anda Telah Membaca artikel Contoh Otobiografi, Baca Juga Artikel Berikut

Jamaluddin - 9:57 PM

2 comments

TULISAN PESAN KOMENTAR ANDA DISINI

Jadilah pembaca yang baik dengan memberikan komentar. Kami sangat menghargai setiap komentar yang Anda berikan di ZOna Bebas.